MT6752_mediatek

Spesifikasi dan Review Mediatek MT6752

Mediatek MT6752 merupakan SoC (system on chip) bebasis ARM dari kelas menengah yang diperkenalkan pada Februari 2014, yang kebanyakan digunakan pada perangkat smartphone dan tablet (umumnya Android). Dengan produksi di teknologi fabrikasi 28 nanometer dan memiliki delapan core CPU menggunakan arsitektur Cortex-A53 yang mendukung 64-bit, dengan kecepatan clock maksimum 1,7 GHz. Dan pada unit grafis dibekali dengan GPU ARM Mali-T760 MP2 yang dilengkapi dengan dua cluster dengan kecepatan clock hingga 700 MHz. SoC ini juga terintegrasi dengan modem LTE , decoder video hingga FullHD dengan dukungan H.265.

Cortex-A53 merupakan penerus dari Cortex-A7 yang sebelumnya telah populer. Selain itu SOC ini telah mendapat pelebaran arsitektur dari 32 bit ke 64 bit (ARMv8 ISA), yang memungkinkan antara lain, mendukung memori yang lebih dari 4GB, lalu kinerja multi threading yang telah dioptumalkan. Secara performa, kemampuan MHz per daya dari Cortex-A53 telah meningkat secara signifikan dan bahkan bisa melebihi Cortex-A9. Dengan dibekali 8 core pada MT6752 dengan kecepatan clock hingga 1,7 GHz, performa dari SoC bisa berbanding dengan SoC dari Qualcomm Snapdragon 615 (8x Cortex-A53, 1.7GHz). Pada Full load, ketika semua delapan core bekerja secara bersamaan, performa dari SoC bisa menandingi high-end SoC, tetapi jarang sekali aplikasi yang bisa mendukung kinerja multi thread 8 core secara bersamaan.

Pada sisi GPU, SoC ini dibekali dengan ARM Mali-T760 MP2 GPU yang memiliki 2 cluster (48 GFLOPS) dengan kecepatan clock maksimum hingga 700 MHz. Jika dibandingkan, Mali-T760 MP2 hanya mencapai sepertiga dari performa komputasi T760 MP6 , yang ada pada Samsung Exynos 5433. Performa yang dihasilkan mungkin sedikit di bawah Adreno 320 atau PowerVR G6200 , sehingga GPU ini dapat dikategorikan di kelas menengah jika dibandingkan dengan GPU kompetitor pada tahun 2014. Meski begitu, pada aplikasi game Android dengan grafis tinggi berjalan dengan lancar  dantak mengalami kendala meskipun dengan layar dengan resolusi yang agak tinggi.

Selain CPU dan GPU, chip juga mengintegrasikan memori kontroller yang mendukung memori hingga LPDDR3 (1x 32 bit, max. 800 MHz, 6,4 GB / s) dan modem seluler (UMTS / HSPA +, LTE Cat. 4, TD-SCDMA). Lalu pada modul video mendukung video 1080p hingga 30 fps di H.264 dan H.265 codec (H.265: Putar saja), modul kamera yang didukung hingga resolusi 16 megapixel.

MT6752 ini diproduksi dalam teknologi 28-nanometer dan seharusnya memiliki konsumsi daya dibawah rata-rata. Menurut Mediatek chip ini akan cocok digunakan pada smartphone.

ProduksiMediatek
Jenis ChipCortex-A53
Kecepatan Clock1700 MHz
Jumlah core / thread8/8
Teknologi Fabrikasi28 nm
FiturUMTS / HSPA +, LTE Cat. 4, TD-SCDMA, single-channel memori pengontrol LPDDR3-1600, 4K Video Encoder, H.265, ARM Mali-T760 GPU MP2
GPUARM Mali-T760 MP2 (- 700 MHz)
64 bit64 Bit didukung
Diperkenalkan Pada2014/07/15
Link ProdukMediatek MT6752
kirin huawei 950

Spesifikasi dan Review HiSilicon Kirin 950

Hisilicon Kirin 950 adalah SoC octa-core berbasis ARM  yang dikategorikan pada kelas high-end digunakan pada smartphone dan tablet, Diperkenalkan pada akhir 2015 bersamaan dengan Huawei Mate 8. Selain penggunaan 8 core CPU, chip juga terintegrasi dengan GPU dari ARM yakni Mali-T880 MP4, dual-channel memory controller LPDDR4-2666 dan modem LTE Cat 6. Chip SoC ini telah merajai pasar sebagai SoC tercepat mulai akhir 2015 hingga awal 2016.

Sebagai produsen pertama Huawei / Hisilicon telah memperkenalkan Kirin 950 SoC berdasarkan arsitektur Cortex-A72,dan merupakan penerus desain arsitektur Cortex-A57 (contohnya pada Samsung Exynos 7420 , Snapdragon 810 ). Berkat berbagai perbaikan dan peningkatan Cortex-A72 mengalami peningkatan performa hingga 15 persen lebih tinggi per MHz dibandingkan Cortex-A57 dan masih bisa menggunakan frekuensi clock yang tinggi dengan konsumsi energi yang lebih sedikit. Secara keseluruhan, Cortex-A72 memiliki efisiensi energi lebih tinggi sekitar 30 persen. Pada SoC Kirin 950 yang dibekali empat core Cortex-A72 core dengan kecepatan clock 2,3 GHz, akan diperkirakan performa yang lebih tinggi 20 persen jika dibandingkan dengan Exynos 7420.

Selain itu, SoC ini juga dibekali dengan cluster hemat daya dengan mengintegrasikan empat core yang lebih lambat, tetapi sangat hemat daya yakni menggunakan core Cortex-A53 yang telah mendukung 64 bit dengan frekuensi clock maksimum 1,8 GHz. Tergantung dari aplikasi yang dibuka SoC bisa menyesuaikan penggunaan mode performa maupun dengan mode hemat daya, pada beberapa aplikasi juga dapat mengaktifkan Core Cortex-A72 dan Cortex-A53 secara bersamaan (aktif bersamaan), sehingga dapat mengoptimalkan konsumsi daya dan kinerja.

Pada unit grafis dibekali dengan GPU dari ARM yakni Mali-T880 . Pada Kirin 950 menggunakan versi MP4 dari ARM Mali-T880 dengan mengintegrasikan 4 cluster yang digunakan secara bersamaan (900 MHz). Mali-T880 MP4 telah mendukung OpenGL ES 3.1, OpenCL 1.2 dan DirectX 11.2 (FL 11_2) yang telah terintegrasi dalam SoC ini. Untuk pengukuran kinerja grafis dari GPU ini, Mali-T880 MP4 memiliki performa yang setara dengan Adreno 420 ( Snapdragon 805 ). Dengan demikian disimpulkan juga, GPU masih memiliki performa dibawah Mali-T760 MP8 ( Exynos 7420 ) dan lebih jauh lagi jika dibandingkan dengan PowerVR GT7600 ( Apple A9 ). Namun meski begitu, GPU ini telah memiliki performa yang baik untuk menjalankan secara lancar game Android saat ini dalam resolusi FullHD dengan efisiensi daya yang cukup baik.

Kirin 950 diproduksi dalam proses fabrikasi 16-nanometer terbaru dari TSMC (16ff +). Dikarenakan konsumsi daya GPU relatif hemat, SoC ini mempunyai konsumsi daya yang lebih efisien dari SoCs high-end Samsung dan Qualcomm.

ProduksiHisilicon
Jenis ChipCortex-A72 / -A53
Frekuensi Clock2300 MHz
Jumlah core / thread8/8
Teknologi Fabrikasi16 nm
FiturARM Mali-T880 MP4, 4x Cortex-A72 (2,3 GHz) + 4x Cortex-A53 (1,8 GHz, big.LITTLE), LTE Cat. 6, 2x 32-bit memory controller LPDDR4-2666 (21,3 GB / s)
GPUARM Mali-T880 MP4 (- 900 MHz)
64 bit64 Bit didukung
Diperkenalkan Pada26/11/2015
huawei-hisilicon-kirin-955-soc

Spesifikasi dan Review HiSilicon Kirin 955

Hisilicon Kirin 955 merupakan SoC octa-core berbasis ARM yang dikategorikan pada kelas high-end untuk smartphone dan tablet, pertama kali diperkenalkan pada musim semi 2016 bersamaan dengan Huawei P9. Selain dibekali dengan 8 core CPU, dalam sektor grafis juga dipersenjatai dengan GPU dari ARM Mali-T880 MP4, memory controller dual-channel  LPDDR4 dan modem LTE Cat6. Dan merupakan SoC tercepat di pasaran saat masa peluncurannya.

Terdapat satu perbedaan dari pendahulunya pada Kirin 950 adalah frekuensi clock yang lebih tinggi pada cluster Cortex-A72 (Sebelumnya 2,3 GHz, Sekarang 2,5 GHz).

-Huawei / Hisilicon merupakan produsen pertama yang menggunakan arsitektur Cortex-A72 dan mengimplementasikannya pada SoC Kirin 950/955 , penerus desain Cortex-A57 (misalnya Samsung Exynos 7420 , Snapdragon 810 ). Berkat berbagai perbaikan ke A72 mencapai sekitar 15 persen lebih tinggi per kekuasaan MHz dari A57 dan mengambil dengan clock rate yang sama secara bersamaan pada energi yang lebih sedikit. Secara keseluruhan, efisiensi energi ditingkatkan dengan sekitar 30 persen. Dalam kasus Kirin 955 empat A72 core clock hingga 2,5 GHz, yang merupakan kinerja pada tingkat Exynos 8890 dan Snapdragon 820 memungkinkan.

Selain itu, SoC ini juga dibekali dengan cluster hemat daya dengan mengintegrasikan empat core yang lebih lambat, tetapi sangat hemat daya yakni menggunakan core Cortex-A53 yang telah mendukung 64 bit dengan frekuensi clock maksimum 1,8 GHz. Tergantung dari aplikasi yang dibuka SoC bisa menyesuaikan penggunaan mode performa maupun dengan mode hemat daya, pada beberapa aplikasi juga dapat mengaktifkan Core Cortex-A72 dan Cortex-A53 secara bersamaan (aktif bersamaan), sehingga dapat mengoptimalkan konsumsi daya dan kinerja.

Pada unit grafis dibekali dengan GPU dari ARM yakni Mali-T880 . Pada Kirin 955 menggunakan versi MP4 dari ARM Mali-T880 dengan mengintegrasikan 4 cluster yang digunakan secara bersamaan ( maks 900 MHz). Mali-T880 MP4 telah mendukung OpenGL ES 3.1, OpenCL 1.2 dan DirectX 11.2 (FL 11_2) yang telah terintegrasi dalam SoC ini. Untuk pengukuran kinerja grafis dari GPU ini, Mali-T880 MP4 memiliki performa yang setara dengan Adreno 420 ( Snapdragon 805 ). Dengan demikian disimpulkan juga, GPU masih memiliki performa dibawah Mali-T760 MP8 ( Exynos 7420 ) dan lebih jauh lagi jika dibandingkan dengan PowerVR GT7600 ( Apple A9 ). Namun meski begitu, GPU ini telah memiliki performa yang baik untuk menjalankan secara lancar game Android saat ini dalam resolusi FullHD dengan efisiensi daya yang cukup baik.

Kirin 955 diproduksi dalam proses fabrikasi 16-nanometer terbaru dari TSMC (16ff +). Dikarenakan konsumsi daya GPU relatif hemat, SoC ini mempunyai konsumsi daya yang lebih efisien dari SoCs high-end Samsung dan Qualcomm.

Produksi Hisilicon
Jenis ChipCortex-A72 / -A53
Kecepatan Clock2500 MHz
Jumlah core / thread8/8
Feknologi Fabrikasi16 nm
FiturARM Mali-T880 GPU MP4, 4x Cortex-A72 (2,5 GHz) + 4x Cortex-A53 (1,8 GHz, big.LITTLE), LTE Cat. 6, 2x 32-bit memory controller LPDDR4-3200 (25,6 GB / s)
GPUARM Mali-T880 MP4 (- 900 MHz)
64 bit64 Bit didukung
Diperkenalkan Pada2016/06/04
kirin-960-octa-core-SoC

Spesifikasi dan Review HiSilicon Kirin 960

Hisilicon Kirin 960 merupakan chip SoC octa-core berbasis ARM yang dikategorikan pada kelas high-end untuk smartphone dan tablet, yang telah diperkenalkan pada November 2016 bersamaan dengan Huawei Mate 9. Selain berfiturkan 8 core CPU (4x Cortex-A73, Cortex-A53 4x), Pada sektor GPU juga dipersenjatai dengan GPU dari ARM dengan nama Mali-G71 MP8 dan merupakan kartu grafis terbaru yang diproduksi saat itu, controller memory dual-channel LPDDR4 dan modem LTE Cat 12/13. Dan sejak akhir 2016, SoC ini merupakan yang tercepat di pasaran saat masa peluncuran.

Kirin 960 diproduksi dengan proses fabrikasi 16-nanometer dari TSMC.

ProduksiHisilicon
Jenis ChipCortex-A73 / -A53
Kecepatan Clock2400 MHz
Jumlah core / thread8/8
Teknologi Fabrikasi16 nm
FiturARM Mali-G71 MP8, 4x Cortex-A73 (2,4 GHz) + 4x Cortex-A53 (1,8 GHz, big.LITTLE), 2x 32-bit memori kontroler LPDDR4
GPUARM Mali-G71 MP8 (- 900 MHz)
64 bit64 Bit didukung
Diperkenalkan Pada2016/03/11
hisilicon-Kirin-910T

Spesifikasi dan Review HiSilicon Kirin 910T

Hisilicon Kirin 910T merupakan SoC Quad Core berbasis ARM yang digunakan untuk smartphone dan tablet (umumnya Android), Diperkenalkan pada awal tahun 2014, bersaman dengan Huawei Ascend P7 . Selain mengintegrasikan empat core Cortex-A9 (max. 1,8 GHz) Chip ini juga telah terintegrasi GPU Mali-450 MP4, memory controller single-channel LPDDR3-1600 dan modem LTE Cat 4.

Performa CPU dengan menggunakan core Cortex-A9 dikategorikan pada kelas mid range. Performa ini dirasa sangat cukup untuk kegiatan seperti browsing dan aplikasi Android lainnya. Pada sektor GPU dibekali Mali-450 MP4 dengan clock hingga 533MHz memberikan kinerja grafis yang baik dan mempunya kinerja hampir berkisar pada GPU Qualcomm Adreno 320. Dapat menjalankan games Android dengan lancar meski pada resolusi tinggi dapat ditampilkan dengan lancar.

Meskipun masih menggunakan produksi fabrikasi 28-nanometer (TSMC HPM) konsumsi daya dari Kirin 910t cenderung dapat berubah ubah dan jika dikategorikan mempunyai konsumsi daya medium tinggi, hal ini disebabakan oleh clock yang relatif tinggi. SoC ini dapat digunakan pada smartphone yang agak besar maupun tablet.

ProduksiHisilicon
Jenis ChipCortex-A9
Clock1800 MHz
Jumlah core / thread4/4
Teknologi Fabrikasi28 nm
FiturARMv7, Mali-450 MP4 (533 MHz), LTE (Cat. 4), Single-Channel LPDDR3-1600 (6,4 GB / s)
64 bit64-bit TIDAK didukung
Diperkenalkan Pada2014/05/01
Huawei-Kirin 910

Spesifikasi dan Review HiSilicon Kirin 910

Hisilicon Kirin 910 merupakan SoC quad-core berbasis ARM yang digunakan untuk smartphone dan tablet (umumnya Android), diperkenalkan padaawal 2014 bersamaan dengan Huawei Ascend P6S. Pada sektor komputasi CPU dibekali dengan quad core Cortex-A9 (max. 1,6 GHz) yang terintegrasi dengan Mali-450 MP4 , memory controller single-channel LPDDR3-1600 dan modem LTE Cat 4. Dan satu-satunya perbedaan dengan Kirin 910T ialah mempunyai clock 200 MHz CPU yang lebih rendah.

Performa CPU dengan menggunakan core Cortex-A9 dikategorikan pada kelas mid range. Performa ini dirasa sangat cukup untuk kegiatan seperti browsing dan aplikasi Android lainnya. Pada sektor GPU dibekali Mali-450 MP4 dengan clock hingga 533MHz memberikan kinerja grafis yang baik dan mempunya kinerja hampir berkisar pada GPU Qualcomm Adreno 320 . Dapat menjalankan games Android dengan lancar meski pada resolusi tinggi dapat ditampilkan dengan lancar.

Meskipun masih menggunakan produksi fabrikasi 28-nanometer (TSMC HPM) konsumsi daya dari Kirin 910 cenderung dapat berubah ubah dan jika dikategorikan mempunyai konsumsi daya medium atau rata rata, hal ini disebabakan oleh clock yang relatif tinggi. SoC ini dapat digunakan pada smartphone yang agak besar maupun tablet.

ProduksiHisilicon
Jenis ChipCortex-A9
Clock1600 MHz
Jumlah core / thread4/4
Teknologi Fabrikasi28 nm
FiturARMv7, Mali-450 MP4 (533 MHz), LTE (Cat. 4), Single-Channel LPDDR3-1600 (6,4 GB / s)
64 bit64-bit TIDAK didukung
Diperkenalkan Pada2014/05/01
Kirin 925

Spesifikasi dan Review HiSilicon Kirin 925

Hisilicon Kirin 925 adalah SoC berbasis ARM untuk kategori pasar high-end entry  berbasiskan octa-core dan digunakan pada smartphone maupun tablet, diperkenalkan pada pertengahan 2014, bersamaan dengan Huawei Ascend MATE 7. Selain menggunakan 8 core CPU yang telah terintegrasi pada chip, untuk sektor GPU dibekali juga dengan Mali-T628 MP6, memori kontroller dual channel LPDDR3 dan Modem LTE.

Kirin 925 memiliki dua cluster CPU yang berbeda yang masing masing berisi empat core. Pada cluster pertama yakni cluster performa mengintegrasikan empat core Cortex-A15 yang mempunyai frekuensi clock hingga 1,8 GHz, dan pada cluster hemat daya menggunakan empat core Cortex-A7 dengan frekuensi maksimum hingga 1,3 GHz. Tergantung beban pekerjaan yang diterima, SoC dapat secara otomatis beralih antara core A7 maupun core A15 hemat daya pada aplikasi ringan atau idle dan mode performa pada aplikasi berat, yang menguntungkan penggunaan big.LITTLE ini penggunaan konsumsi daya yang efisien sehingga dapat memaksimalkan masa pakai baterai. Dikembangkan oleh ARM dengan nama konsep “big.LITTLE” dan sudah diimpplementasikan pada Exynos 5420. Jika dibandingkan frekuensi clocknya hampir sama dengan Kirin 925 dan performanya bisa sebanding dengan Snapdragon 800 milik Qualcomm.

Juga menggunakan GPU dari ARM dengan nama Mali-T628 . Pada Kirin 925 kali ini mempunyai versi GPU yang sama dengan Exynos 5420 yakni menggunakan versi MP6 dengan menggunakan 6 cluster secara bersamaan (115 GFLOPS pada clock rate 600MHz). Mali-T628 telah mendukung OpenGL ES 3.0, OpenCL 1.1, DirectX 11 dan menawarkan performaa grafis sedikit dibawah Adreno 330 ( Snapdragon 800 ) atau PowerVR G6430 (Apple A7). GPU dikategorikan pada pasar high end pada tahun 2014 dan telah dapat menjalankan berbagai games dan aplikasi Android meski dalam reslusi tinggi (maksimal: 2.560 x 1.600 piksel).

Meskipun masih diproduksi dalam proses fabrikasi 28-nanometer (TSMC HPM) konsumsi daya dari Kirin 925 berkisar lebih tinggi yang disebabkan frekuensi clock yang tinggi. SoC ini dapat digunakan bukan hanya pada smartphone, pada tablet pun mendukung.

ProduksiHisilicon
Jenis ChipCortex-A15 / Cortex-A7
Clock1800 MHz
Jumlah core / thread8/8
Teknologi Fabrikasi28 nm
FiturARM Mali-T628 GPU MP6, 4x Cortex-A15 (1,8 GHz) + 4x Cortex-A7 (1,3 GHz, big.LITTLE), LTE Cat. 6, 2x 32-bit LPDDR3 Memory Controller
GPUARM Mali-T628 MP6
64 bit64-bit TIDAK didukung
Diperkenalkan Pada2014/09/04
Huawei-HiSilicon-Kirin-920

Spesifikasi dan Review HiSilicon Kirin 920

Hisilicon Kirin 920 adalah SoC octa-core berbasis ARM diperuntukkan pada kategori pasar menengah keatas yang digunakan smartphone dan tablet, diperkenalkan pada pertengahan 2014 bersamaan dengan Huawei Honor 6. Selain menggunakan 8 CPU core yang terintegrasi pada chip, pada sektor GPU, SoC ini dibekali juga dengan GPU Mali-T628 MP4,  Dengan dukungan dual channel memory controller pada LPDDR3 dan Modem LTE. SoC ini merupakan adik dari SoC Kirin 925, yang memnbedakan yakni clock CPU yang sedikit lebih rendah dan GPU yang sedikit lebih lemah.

Kirin 920 dibekali dengan dua cluster CPU yang berbeda yang masing masing berisi empat core fragment di dalamnya. Pada cluster performa dibekali dengan empat core Cortex-A15 dengan kecepatan clock sampai dengan 1,7 GHz, Lalu pada cluster hemat daya menggunakan empat core Cortex-A7 dengan clock maksimum 1,3 GHz. Tergantung pada beban aplikasi yang dijalankan, SoC dapat secara otomatis beralih antara core A7 maupun A15 untuk memaksimalkan efisiensi maupun performa, dengan begitu chip akan tetap hemat daya pada aplikasi ringan maupun idle dan akan beralih ke mode performa jika menjalankan aplikasi berat maupun game berat. Cara kerja arsitektur ini dikembangkan oleh ARM dan dipasarkan dengan nama “big.LITTLE” yang telah diimplementasikan sebelumnya pada Exynos 5420. Menurut hasil perbandingan yang dilakukan pada Kirin 920 performa clock minimalnya dapat menyamai performa pada chip Snapdragon 800 .

Pada sektor grafis SoC ini dibekali dengan GPU Mali-T628 MP4 dari ARM. Pada SOC Kirin 920 menggunakan versi MP4 yakni menggunakan 4 cluster yang digunakan bersamaan (77 GFLOPS pada 600 MHz). Mali-T628 telah mendukung OpenGL ES 3.0, OpenCL 1.1 dan DirectX 11 lalu pada performanya menawarkan kinerja grafis yang kira-kira ada di kisaran Adreno 320 ( Snapdragon 600 ) atau Adreno 405 ( Snapdragon 610 ). Dan merupakan GPU yang dikategorikan untuk kelas menengah pada tahun 2014/2015. GPU dapat menangani aplikasi game android dengan lancar pada resolusi tinggi (maksimal: 2.560 x 1.600 piksel).

Meskipun diproduksi pada fabrikasi 28-nanometer (TSMC HPM) konsumsi daya dari Kirin 920 mempunya konsumsi daya yang baik walau kadang mungkin bisa melebihi konsumsi daya karena disebabkan oleh frekuensi clock yang tinggi. Kesimpulannya, SoC ini berada pada kategri menengah dan dapat digunakan  untuk smartphone maupun tablet.

ProduksiHisilicon
Jenis ChipCortex-A15 / Cortex-A7
clocking1700 MHz
Jumlah core / thread8/8
Teknologi Fabrikasi28 nm
FiturARM Mali-T628 GPU MP4, 4x Cortex-A15 (1,7 GHz) + 4x Cortex-A7 (1,3 GHz, big.LITTLE), LTE Cat. 6, 2x 32-bit LPDDR3 Memory Controller
GPUARM Mali-T628 MP4 (- 600 MHz)
64 bit64-bit TIDAK didukung
Diperkenalkan pada2014/09/04
kirin 935

Spesifikasi dan Review HiSilicon Kirin 935

Hisilicon Kirin 935 merupakan SoC octa-core berbasis ARM dari kategori kelas menengah untuk smartphone dan tablet, yang diperkenalkan pada musim semi 2015 bersamaan dengan Huawei P8 Max. Dibekali dengan 8 Core CPU yang terintegrasi dalam chip Dengan menggunakan GPU ARM Mali-T628 MP4, Dukungan memori kontroller dual-channel pada LPDDR3-1600 dan modem selular LTE. 6.

Jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya yakni Kirin 930 , Kirin 935 mempunyai kecepatan clock CPU yang lebih tinggi yakni 2,2 GHz (pada Kririn 930 : 2,0 GHz).

Hisilicon memproduksi Kirin 935 untuk pengguna yang ingin performa yang lebih cepat, untuk cluster performa dibekali dengan quad core Cortex-A53e merupakan core dengan performa yang tinggi tetapi memliki konsumsi daya yang lebih besar dan pada cluster efisiensi energi dibekali dengan quad-core Cortex-A53 dan semuanya menggunakan arsitektur big.LITTLE untuk memaksimalkan performa dan efisiensi daya. Semua cluster telah dioptimalkan ke titik operasi yang lebih rendah dan pada cluster hemat daya mempunyai clock maksimum hingga 1,5 GHz, dan pada cluster performa  mempunyai clock mencapai hingga 2,2 GHz. Untuk mencapai frekuensi yang lebih tinggi demi peningkatan performa, produsen telah memodifikasi desain dan mengembangkan cluster yang lebih cepat disebut dengan Cortex A53e. Kinerja Performa per MHz diharapkan bisa lebih baik dengan perubahan ini.

Dikarenakan Cortex-A53 mempunyai kecepatan clock yang 40 persen lebih lambat dari Cortex-A57, pada Kirin 935 (misalnya, untuk browsing) tidak bisa secepat SoCs high-end dikarenakan penggunaan multi thread, tidak seperti yang memiliki thread lebih tetapi mempunyai performa per Core yang lebih baik yaitu Snapdragon 810. Jika dibandingkan dengan model yang lebih tua yakni Cortex-A15 yang ada pada pendahulunya yakni Kirin 920 ataupun Kirin 925 pada banyak kasus mempunyai konsumsi daya yang lebih tinggi. Jika dibandingkan, performa dari SoC ini dapat menyamai performa dari MediaTek MT6795 . Namun begitu, SoC ini diharapkan mampu untuk kegiatan sehari-hari dan dapat menjalankan aplikasi Android pada tingkat yang memuaskan.

Pada sektor grafis SoC ini dibekali dengan GPU ARM yang bernama Mali-T628 . Pada Kirin 935 ini memiliki versi GPU MP4 yang menggunakan 4 cluster secara bersamaan (clock speed sekitar 600 MHz). Mali-T628 telah mendukung OpenGL ES 3.0, OpenCL 1.1 dan DirectX 11 lalu menawarkan performa grafis sebanding dengan Adreno 320 ( Snapdragon 600 ) atau Adreno 405 ( Snapdragon 610 ). Dengan demikian, GPU ini dikategorikan untuk kelas menengah pada tahun 2014/2015, tetapi walau begitu dapat dengan lancar menjalankan game Android terbaru dalam resolusi tinggi.

Kirin 935 adalah generasi penerus dari Kirin 925 yang diproduksi dalam teknologi 28-nanometer. Berkat penggunaan Cortex-A53 yang relatif hemat, chip ini memiliki konsumsi daya yang tidak terlalu tinggi, dan mempunyai daya tahan baterai rata rata.

Produksi Hisilicon
Jenis ChipCortex-A53
Kecepatan Clock2200 MHz
Jumlah core / thread8/8
Teknologi Fabrikasi28 nm
FiturARM Mali-T628 GPU MP4, 4x Cortex A53e (2.2 GHz) + 4x Cortex-A53 (1,5 GHz, big.LITTLE), LTE Cat. 6, 2x 32-bit memory controller LPDDR3-1600
GPUARM Mali-T628 MP4 (- 600 MHz)
64 bit64 Bit didukung
Diperkenalkan Pada2015/04/03
kirin 930

Spesifikasi dan Review HiSilicon Kirin 930

Hisilicon Kirin 930 adalah SoC octa-core berbasis ARM dari kelas menengah untuk smartphone dan tablet, yang di publikasikan di pasaran pada musim semi 2015 bersamaan dengan x2 Huawei MediaPad . Dengan 8 core CPU yang terintegrasi pada chip dan GPU ARM Mali-T628 MP4,  lalu dukungan memori kontroller dual-channel pada LPDDR3-1600 dan modem selular LTE.

Hisilicon memproduksi Kirin 930 untuk pengguna yang ingin performa yang lebih cepat, untuk cluster performa dibekali dengan quad core Cortex-A53e merupakan core dengan performa yang tinggi tetapi memliki konsumsi daya yang lebih besar dan pada cluster efisiensi energi dibekali dengan quad-core Cortex-A53 dan semuanya menggunakan arsitektur big.LITTLE untuk memaksimalkan performa dan efisiensi daya. Semua cluster telah dioptimalkan ke titik operasi yang lebih rendah dan pada cluster hemat daya mempunyai clock maksimum hingga 1,5 GHz, dan pada cluster performa mempunyai clock mencapai hingga 2,0 GHz. Untuk mencapai frekuensi yang lebih tinggi demi peningkatan performa, produsen telah memodifikasi desain dan mengembangkan cluster yang lebih cepat disebut dengan Cortex A53e. Kinerja Performa per MHz diharapkan bisa lebih baik dengan perubahan ini.

Dikarenakan Cortex-A53 mempunyai kecepatan clock yang 40 persen lebih lambat dari Cortex-A57, pada Kirin 930 (misalnya, untuk browsing) tidak bisa secepat SoCs high-end dikarenakan penggunaan multi thread, tidak seperti yang memiliki thread lebih tetapi mempunyai performa per Core yang lebih baik yaitu Snapdragon 810. Jika dibandingkan dengan model yang lebih tua yakni Cortex-A15 yang ada pada pendahulunya yakni Kirin 920 ataupun Kirin 925 pada banyak kasus mempunyai konsumsi daya yang lebih tinggi. Jika dibandingkan, performa dari SoC ini dapat menyamai performa dari MediaTek MT6795 . Namun begitu, SoC ini diharapkan mampu untuk kegiatan sehari-hari dan dapat menjalankan aplikasi Android pada tingkat yang memuaskan.

Pada sektor grafis SoC ini dibekali dengan GPU ARM yang bernama Mali-T628 . Pada Kirin 930 ini memiliki versi GPU MP4 yang menggunakan 4 cluster secara bersamaan (clock speed sekitar 600 MHz). Mali-T628 telah mendukung OpenGL ES 3.0, OpenCL 1.1 dan DirectX 11 lalu menawarkan performa grafis sebanding dengan Adreno 320 ( Snapdragon 600 ) atau Adreno 405 ( Snapdragon 610 ). Dengan demikian, GPU ini dikategorikan untuk kelas menengah pada tahun 2014/2015, tetapi walau begitu dapat dengan lancar menjalankan game Android terbaru dalam resolusi tinggi.

Kirin 930 adalah penerus dari Kirin 925 diproduksi dalam teknologi 28-nanometer. Berkat core Cortex-A53 yang relatif hemat, chip ini memiliki konsumsi daya yang tidak terlalu tinggi sehingga memungkinkan efisiensi baterai yang relatif baik. 

Produksi Hisilicon
Jenis ChipCortex-A53
Kecepatan Clock2000 MHz
Jumlah core / thread8/8
Teknologi Fabrikasi28 nm
FiturARM Mali-T628 GPU MP4, 4x Cortex A53e (2.0 GHz) + 4x Cortex-A53 (1,5 GHz, big.LITTLE), LTE Cat. 6, 2x 32-bit memory controller LPDDR3-1600
GPUARM Mali-T628 MP4 (- 600 MHz)
64 bit64 Bit didukung
Diperkenalkan Pada2015/04/03