Teknologi

Pengertian dan Jenis Proses Fabrikasi nm pada CPU

intel technology roadmap nm cpu

Mungkin bagi anda penggemar teknologi sudah mengetahui jika CPU yang kita gunakan selama ini terbuat dari silikon yang diambil dari pasir. Dan mungkin juga hanya sebagian kecil yang mengetahui berapa banyak tahapan teknologi untuk membuat dunia menjadi seperti hari ini. Seperti halnya Prosesor yang kita pakai merupakan hasil kerja yang membutuhkan ketelitian dan pemikiran yang mendalam, meskipun itu hanya chip kecil yang murah sekalipun membutuhkan ratusan tahapan dalam pembuatannya hingga membentuk wafer yang digunakan untuk CPU saat ini. Mungkin bagi anda yang belum tahu tentang proses pembuatan CPU, bisa dilihat disini Proses Pembuatan CPU Secara Lengkap.

Para perusahaan pembuat chip pun dituntut untuk mengembangkan teknologi produksi dikarenakan permintaan pasar dan kompetisi pada bidang ini. Pada setiap perusahaan pun mempunyai teknologi masing masing dalam desain dan pembuatan chip yang mereka produksi, Contohnya: Pada pembuatan CPU intel dengan teknologi 32nm HKMG akan berbeda metode dengan Global Foundries ataupun TSMC.

Apa yang dimaksud dengan proses fabrikasi?

Sebelum kita memahami lebih lanjut, proses fabrikasi sendiri merupakan langkah dari perusahaan chip untuk mendapatkan win-win solution yang secara garis besar memproduksi chip yang sekecil mungkin dengan kualitas dan performa yang lebih baik yang dapat meningkatkan jumlah produksi dan memangkas biaya produksi secara efisien.

Proses Fabrikasi itu sendiri secara umum dibagi menjadi 3 bagian, yang antara lain:

  • Bagaimana Chip Dibuat
  • Seberapa Besar Ukuran Chip
  • Menggunakan Teknik Apa

Ketika kita membahas tentang fabrikasi dan ukuran prosesor, sering kita melihat dengan acuan nm (nanometer). Pada kasus ini bilangan pada nanometer suatu prosesor merupakan ukuran dari satuan transistor yang ada didalam CPU maupun GPU itu sendiri. Secara umum semakin kecil suatu transistor berarti lebih efisien terhadap daya listrik dikarenakan jarak tempuh antar transistor yang yang semakin dekat. Semakin murah juga untuk diproduksi, lebih banyak, serta membutuhkan silikon yang lebih sedikit. Meski begitu, desain prosesor juga dapat mempengaruhi performa suatu prosesor bisa lebih baik maupun lebih buruk meski dengan ukuran transistor yang berbeda, jadi ukuran bukan satu satunya yang harus dipertimbangkan. Pada satu kepingan chip jumlah transistor dan clock juga dapat mempengaruhi performa CPU, Sebagai Contoh: Jumlah transistor 44 Juta pada Pentium III (base: 400MHz) lebih baik daripada 7,5 Juta transistor pada Pentium II (400MHz). Semakin kecil suatu transistor juga membuat semakin banyak transistor pada suatu kepingan chip.

Contoh teknik Lithography yang digunakan untuk membuat satu transistors mikroskopis pada beberapa lapisan layer.

Sejauh yang saya ketahui teknik untuk memproduksinya, pertama kali wafer silikon yang dilapisi dengan bermacam macam konduktor dan lalu transistor secara bergiliran dicetak menggunakan aplikasi layer microscopic dielectric (insulating) bersama dengan layer photo resistive, dimana nantinya akan digunakan untuk pola jalur chip. setelah itu layer non-photo resistive parts (mask) dihilangkan menggunakan sinar ultra violet dari lensa, memakai titik cahaya tersebut dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi.

Keakuratan dari proses pelapisan, lithography, cetak dan de-masking meruapakan suatu kewajiban yang bersamaan dengan semakin kecilnya chip tersebut. Dan ini merupakan perkembangan teknologi yang akan terus berkembang untuk mencapai lebih kecil lagi dan untuk mendapatkan prosesor yang lebih efisien.

Jadi kesimpulannya, dengan makin kecilnya nm (nanometer sebuah transistor) dan proses fabrikasi yang lebih baik maka akan didapat chip yang antara lain:

  • Lebih hemat daya
  • Performa yang lebih meningkat
  • Semakin kecil potensi untuk panas
  • inovasi di bidang teknologi yang lainnya

 

Previous ArticleNext Article
Blogger & Tech Enthusiasm