Cara Port Forwarding Indihome Router ZTE F609

Hello, Bagi kalian pengguna indihome mungkin sudah tahu kalau indihome menyediakan ip public pada pelanggannya walau itu tipe dynamic yang berubah ubah. Meski begitu kita masih bisa memanfaatkannya dengan menggunakan DDNS untuk mensiasati IP Public dynamicnya. Nah kan udah selesai tuh masalah IP dynamic, di artikel ini ada cara untuk membuka port tertentu untuk IP tertentu menggunakan fitur Port Forwarding pada router (pada case ini, saya contohkan tipe F609). Dengan membuka port pada router kita akan bisa diakses oleh internet untuk bisa megaktifkan service sesuai port yang dibuka.

Contoh port service yang sering dipakai:
– FTP: 21, 20
– SSH: 22
– Winbox: 8291 (Mikrotik)
– Web HTTP: 80
– Web HTTPS: 443 (SSL)

– Telnet: 23
– Mail SMTP: 25
– Mail POP3: 110
– Mail IMAP: 143
– NTP: 123
– PPTP: 1723

Selanjutnya jika kalian sudah tahu port service yang mau kalian kita akan lanjut ke port forwarding, untuk kali ini saya contohkan menggunakan modem router dari indihome tipe ZTE F609 (kebetulan itu yang saya pakai). Ok lanjut, untuk login ke router kalian bisa pakai HP/Laptop/PC yang sudah terhubung ke router baik itu pakai kabel lan atau pakai WiFi. Jika sudah terhubung loginn dengan masukkan IP 192.168.1.1 di address bar seperti gambar di bawah ini.

Setelah itu masukkan username dan password, biasany kalau belum diganti kalian bisa masukkan credential dibawah ini:

Username: user
Password: user

Username: admin
Password: Telkomdso123

Setelah login kamu akan di alihkan ke webfig dari router. Masuk ke tab Application > Application List > Click here to add an application. Maka selanjutnya kamu akan menemui tampilan seperti di bawah ini:

Dari sini kalian bisa masukkan Application Name (bebas isinya), kalau di saya karena saya ingin memakai untuk webserver maka saya buka port 80 dan port 443. Dan di seperti diatas saya mau membuka port 22 untuk SSH, maka saya masukkan port 22 di isian diatas (kalian bisa isi portnya sesuai service yang mau kalian gunakan). Setelah selesai tekan tombol add maka pengaturan port tadi akan muncul di tabel di bawahnya seperti gambar di bawah ini.

Setelah selesai membuka port pada Application List selanjutnya kita ke tahap terakhir yakni menerapkan Application List pada IP yang kita kehendaki. Jadi misal kita pasang webserver yang terhubung router dengan IP Static 192.168.1.150 , Maka kita harus terapkan untuk Application List dengan port yang udah kita buat tadi (kalo di saya port 80, 443, port 22nya uda saya hapus karena buat contoh aja ya) ke IP 192.168.1.150. Dengan contoh dibawah ini, kalian masukkan IP yang ingin di buka portnya di LAN Host IP Address dan lalu di AppName pilih Application List yang udah kalian buat lalu klik Add. Contohnya seperti gambar dibawah ini.

Ok sekarang kalian udah selesai membuka port pada IP yang kalian kehendaki. Untuk tahap terakhir kita akan mengecek apakah rule tersebut sudah aktif atau belum. Kita bisa melihatnya di webfig juga pada tab Application > Port Forwarding. Jika sudah aktif maka akan ada centang hijau disisi kiri diikuti dengan rule yang udah kalian buat. Untuk contoh tampilannya kalian bisa lihat di gambar di bawah.

Nah seperti yang kalian lihat, rule pembukaan port nya sudah enable (di case saya 192.168.1.150). Jadi begitulah cara Port Forwarding kalau kalian pakai ISP indihome dengan router ZTE F609. Jika kalian menggunakan router lain mungkin bisa diaplikasikan juga dengan pengaturan webfig yang berbeda. Untuk intinya jika kalian paham konsepnya kurang lebih sama untuk pengaplikasiannya jadi gak usah khawatir. Ok begitulah cara Port Forwarding di ZTE F609 semoga bermanfaat ya!

Cara Direct Boot USB SSD/NVME Ubuntu Server 20.04 Raspberry Pi 4

Hallo Men, ketika searching artikel ini berarti kalian berencana memakai SSD atau NVME pada raspberry kalian dan kalian sekarang berada pada jalan yang benar. Sebenernya mungkin kalian ada yang tau kalau kita bisa pakai SSD untuk OS dengan Berryboot sebagai selector OS ketika booting tapi untuk artikel kali ini beda kita akan direct boot ke SSD/NVME melalui USB tanpa perantara Berryboot atau pakai loader di micro SD sehingga lebih native (menurutku sih). Jadi di tutorial kali ini kalian tidak memerlukan Micro SD sama sekali dan yang kalian butuhkan ialah SSD/NVME (HDD bisa juga sih, cuman powersupply harus ada ya) lalu jangan lupa pakai adapter/converter USB yang terhubung ke Raspberry Pi 4 kalian (direkomendasikan USB Versi 3.0 atau diatasnya).

Ok langsung aja ya, sebenernya gampang banget caranya. Pertama tama kalian download dulu flashernya, yang aku pakai disini namanya balena etcher kalian bisa download disini dan untuk ISO Ubuntu Server 20.04 direct boot kalian bisa download disini (atau ini link forumnya yang menyediakan). sesudah kalian buka linknya donload flasher dan ISO ubuntu 20.04 nya ketika sudah selesai tinggal buka flashernya. maka akan ada tampilan kayak dibawah ini.

Setelah itu pilih flash from file lalu pilih ISO Ubuntu Server 20.04 yang udah kalian download tadi dan selanjutnya di select target masukkan SSD/NVME yang ingin kalian flash dengan ISO tersebut. Setelah itu di langkah terakhir kalian tinggal klik flash dan tunggu hingga loading selesai.

Seteleh proses flashing selesai tancapkan SSD/NVME kalian dengan adapter di raspberry melalui USB 3.0 biar performa maksimal. Tunggu beberapa saat maka booting akan lanjut ke terminal Ubuntu Server (kalian juga bisa mengakses terminal melalui SSH di port 22). Selanjutnya untuk login di terminal kalian bisa masukkan username : ubuntu , password: ubuntu .

Selamat kalian telah sukses menginstall Ubuntu Server 20.04 di Raspberry 4 😀

Pengalaman Eksperimen Raspberry Pi 4 (Versi 4B) Untuk Web Server

Halo semua, kali ini mau sharing aja pengalaman ane yang berhubungan juga sih dengan website ini. Oke langsung aja aku ceritain, ini semua bermula ketika aku nonton youtube channel eta prime disitu dia memakai raspberry pi 4 untuk web server dan aku tertarik dong (aku juga ngelola 3 website) lau aku tontonlah sampe abis. Mulai dari situ aku tertarik banget nih sama raspberry pi & aku riset riset juga kegunaannya bnyak banget dari mulai nas server, plex server, pi hole sampe buat mini PC pun sanggup (gokil sumpah).

Setelah dari situ muncullah eksperimen untuk membuat web server buat 3 domain yang ku kelola (biar gk bayar hosting terus..wkwk), karena kebetulan di rumah jg internetnya nganggur kalo cuman buat gugling & yutub doang..hahaha (fyi: saya internetnya patungan sama saudara yg kebetulan tetanggaan). Mulailah saya saya menabung untuk membeli raspberry pi 4 tercinta tp sebelum itu udah nyicil sih aksesorisnya kayak heatsink passive cooling & adaptornya (karena dijual terpisah, ketika saya gugling).

Pundi pundi kekayaan pun telah terkumpul dan akhirnya sayapun membeli barang tersebut di toko ijo (fyi lagi: saya beli di harga 860an & habis saya beli harganya naik dong. disitu saya belajar pentingnya untuk selalu bersyukur..hehe). Timeskip beberapa hari & kala dihari hujan deras pak kurir datang membawa paket dengan jas hujannya (makasih pak kurir anteraja, anw ane pake gratis ongkir). Segeralah dibuka dong & saya menyadari betapa compactnya board raspberry pi ini, gk pake lama langsung saya pasang thermal pad (saya kasih thermal paste juga) selanjutnya kupasang heatsink passive coolingnya. Dan betapa terkejutnya saya, keren banget jadinya..haha . kalian bisa lihat penampakannya di foto bawah ini.

penampakan raspberry pi 4 dengan heatsink passive, uda pakai penutup gpio juga yang 3D print

Nah gimana keren ya. Ok saya pun ke tahap selanjutnya yakni pasang OS dan fyi aja sebelumnya saya udah siapin juga ISO buat flash raspberry nya dan saya nemu 2 cara yakni yang pertama pakai berryboot & yang kedua pakai direct booting USB. Setelah saya testing keduanya beberapa hari saya pun mutusin untuk langsung direct booting USB ke SSD dan memakai OS Ubuntu Server 20.04. OS pun telah terinstal selanjutnya sesuai banyak tutorial yg saya dapat, aku pun mulai bereksperimen untuk engine webservernya. Sebenernya udah install openlitespeed tetapi karena gk support (sebenernya bisa kalo diotak atik, tp saya mikirnya kalo ada update ntar saya juga yg repot ngurusin bug) akhirnya sayapun memakai webserver nginx + cloudflare.

Setelah beberapa hari ane putusin buat bikin case 3D printing dengan pakai fan 90mm

Mulailah saya konfigurasi semuanya tuh dari firewall sampai web panelnya (disini pakai webmin). kalau kalian pernah hosting vps kurang lebih konfigurasinya sama kok. FYI lagi nih kalian untuk website ini sekarang udah di hosting di raspberry pi 4B saya jadi kalian bisa merasakan sendiri performanya gimana (menurut saya sih bottleneck di ISP aja, upload cuman 10mbps cuy). Bukan tanpa kendala ketika membuat server ini dapat berjalan 24/7 di rumah, masalahnya yang saya temui yakni :

1. IP ISP yang dynamic yang berganti setelah beberapa hari tapi ini bisa diatasi dengan DDNS (Saya pakai DDCLIENT di ubuntu yang saya koneksikan ke cloudflare)
2. Ketika mati listrik server & internet mati (bisa diatasi dengan memakai UPS, anw saya uda pakai UPS sekarang)
3. Ketika mati listrik/ restart router ISP kadang dapat IP Private yang jadinya server tidak bisa diakses melalui internet tapi bisa diatasi dengan solusi restart modem sampai dapat IP Public atau ngebridge router ISP dengan mikrotik pakai script auto Redial PPPoE sehingga kalau dapat IP Private mikrotik auto redial sampai dapet ip public (kalau saya sendiri pakai mikrotik tetapi cuman untuk notifikasi kalau IP berganti, maka akan mengirimkan email ke saya)

hasil akhir webserver raspberry pi 4 telah berjalan 3 bulan sejak artikel dibuat

Oh iya bagi kalian yang mau nyoba bikin project webserver DIY kek gini juga nanti aku sediain di artikel selanjutnya aku akan coba share konfigurasi aku dari mulai instalasi OS, konfigurasi firewall ufw, konfigurasi webserver, webmin, konfigurasi ddns (kebetulan pake isp plat merah yg ipnya gonta ganti), dan juga cloudflare ssl. Untuk artikel ini share aja pengalaman aku pas mau bikin webserver, anw semoga kalian gk eneg bacanya..hehe.