Kabel RJ45 Cat5, Cat5e, Cat6, Cat6a, Cat7, Cat8? Apa Bedanya?

Halo semua, kalian pernah gak sih ingin tahu perbedaan dari macem macem kabel internet atau disebut juga kabel LAN (ethernet cable) yang beredar saat ini? Saat kita cari di marketplace akan ada banyak banget pilihan dari yang paling mahal sampe yang paling murah sekalipun, tetapi apakah semua sama aja? Jawabannya TIDAK! , setiap jenis kabel mempunyai bandwidth data masing masing dengan spesifikasi yang berbeda beda. Nah, disini aku akan jelasin satu persatu dari mulai kabel internet Cat5 Hingga Cat 8. OK kita mulai aja kalau gitu:

1. Kabel CAT 5 (CAT5)

Kabel Cat5 pertama kali diperkenalkan untuk transmisi data kecepatan tinggi yang dibuat dengan kabel multi pair (4 pasang kabel twisted, dengan jumlah 8 kabel). Kabel ini dapat menangani bandwidth 10/100Mbps dan dapat pasang sepanjang 100 meter. Generasi kabel ini juga sering disebut juga dengan Fast Ethernet. Secara umum kabel Cat5 di desain dapat menangani hingga 100MHz.

Frekuensi kabel: 100Mhz
Bandwitdth Max: 100Mbps
Panjang Max: 100 Meter

2. Kabel CAT 5e (CAT5e)

Kabel Cat5e diperkenalkan sebagai versi “enchance” dari versi sebelumnya dengan improvisasi standar yang lebih ketat yakni IEEE Standart. Versi Cat5e mempunyai noise lebih sedikit dari versi sebelumnya yang berpotensial mengurangi crosstalk (Crosstalk ialah gangguan interfensi dari kabel lain yang berdekatan). Tidak seperti Cat5, versi Cat5e dapat menangani bandwidth lebih besar hingga 1000Mbps dan seringkali disebut dengan gigabit ethernet. Dengan harga yang hampir sama dengan Cat5, Cat5e telah menggantikan Cat5 secara penuh (Cat5 sudah tidak diproduksi saat ini). Untuk kecepatan 1000Mbps/1GBps, kabel Cat5e berjalan pada frekuensi 100-250Mhz.

Frekuensi kabel: 100Mhz – 250Mhz
Bandwitdth Max: 1000Mbps
Panjang Max: 100 Meter

Kabel CAT 6 (CAT6)

Kabel Cat6 diperkenalkan sebagai generasi baru, mempunyai fitur spesifikasi pengkabelan yang lebih baik untuk menghindari crosstalk dan noise yang lebih sedikit dari versi sebelumnya. Desain pengkabelan yang diperbarui bisa dilihat secara fisik yakni jika versi Cat5e mempunyai 1,5 – 2 putaran spiral kabel per CM, beda halnya pada Cat6 yang mempunyai minimal 2 putaran spiral kabel atau lebih per CM & selain itu pada Cat6 juga terdapat separator per sepasang kabel. Versi Cat6 dirancang untuk dapat menangani bandwidth 1Gbps pada jarak 100 meter dengan minimum frekuensi 250Mhz. Jika kabel Cat6 mempunyai panjang kurang dari 55 meter, bandwitdth yang didukung bisa mencapai hingga 10Gbps (tergantung tingkat crosstalk & noise pada kabel). Untuk harga umumnya Cat6 sedikit lebih mahal dari Cat6 dikarenakan spesifikasi kabel yang lebih ketat.

Frekuensi kabel: 250Mhz – 550Mhz
Bandwitdth Max: 1Gbps pada 100 Meter / 10 Gbps pada 55 Meter kebawah
Panjang Max: 100 Meter

Kabel CAT 6 (CAT6a)

Kabel Cat6a di diperkenalkan sebagai versi Augmented jika dibandingkan versi sebelumnya, pada versi Cat6a mempunyai lapisan pelindung yang lebih tebal sehingga mengurangi interfensi crosstalk dan noise yang terjadi. Dengan spesifikasi yang di kembangkan, kabel Cat6a dapat menangani bandwidth hingga 10Gbps pada 100 Meter kabel yang berjalan dengan frekuensi 500Mhz. Cat6a umumnya mempunyai harga sedikit lebih tinggi dari versi Cat6 & dikarenakan versi Cat6a mempunyai pelindung yang lebih tebal dan terkesan kurang fleksibel, Kabel Cat6a cocok digunakan pada lingkungan industri/komersial.

Frekuensi kabel: 500Mhz – 550Mhz
Bandwitdth Max: 10Gbps
Panjang Max: 100 Meter

Kabel CAT 7 (CAT7)

Kabel Cat7 diperkenalkan sebagai generasi terbaru dari versi Cat6a yang juga mendukung bandwidth 10Gbps, namun selain itu Cat7 secara fisik juga mendapatkan pelindung shielding yang lebih baik dari versi sebelumnya dengan satndart yang lebih baru “Class F”. Dengan penambahan shielding tambahan tersebut membuat Cat7 mempunyai peredam Interfensi crosstalk & noise yang lebih sedikit jika dibandingkan versi sebelumnya. Dengan fitur tersebut kabel Cat7 dapat menampung bandwidth hingga 10Gbps dengan stabil dengan frekuensi 600Mhz. Meski dengan standar spesifikasi yang baru pada Cat7, Secara performa Cat6a mempunyai performa yang identik dengan Cat7 dengan harga yang lebih murah dibanding Cat7. Secara umum pada penggunaannya Cat6a sering digunakan untuk sistem Surveilance / Multimedia (sistem pengawasan yang berhubungan dengan kamera CCTV dan Audio Visual) baik itu Cat6a STP/FTP, Pada Cat7 umumnya lebih cocok digunakan pada Data Center dan Jaringan korporasi yang membutuhkan kestabilan transmisi data.

Frekuensi kabel: 600Mhz
Bandwitdth Max: 10Gbps
Panjang Max: 100 Meter

Kabel CAT 8 (CAT8)

Kabel Cat8 diperkenalkan sebagai generasi terbaru dari versi sebelumnya namun begitu juga yang paling berbeda dengan versi sebelumnya. Kabel Cat8 dapat menangani bandwidth 25Gbps hingga 40Gbps dengan frekuensi 2000Mhz. Meski mempunyai kecepatan bandwidth yang mengagumkan, panjang kabel Cat8 hanya dibatasi sampai 30 Meter saja. Walaupun sangat berbeda dengan versi sebelumnya, sama seperti kabel versi sebelumnya, Kabel Cat8 juga kompatibel dengan versi sebelumnya. Untuk saat ini kabel Cat8 merupakan kabel transmisi data tercepat yang menggunakan konektor RJ45.

Frekuensi kabel: 2000Mhz
Bandwitdth Max: 25-40Gbps
Panjang Max: 30 Meter

Nah itu dia perbandingan kabel ethernet yang beredar di pasaran saat ini. Saran dari aku misal kalian bingung mau pilih yang mana, aku saranin belilah sesuai kebutuhan dan pastikan perangkat kalian mendukung kecepatan transmisi data sesuai dengan spesifikasi kabel diatas.

Apa Itu SoC? Apa bedanya Dengan CPU atau GPU?

Hello readers, kalian mungkin sering lihat ketika kita melihat spesifikasi dari handphone pasti ada SoC (System on Chip). Seorang pembeli smartphone yang prefer performance dari sebuah smartphone pasti pertama kali lihat SoC apa yang dipakai setelah itu baru harganya berapa…haha . Benar sekali, SoC merupakan tolak ukur performa dari sebuah smartphone baru setelah itu baru diikuti yang lain seperti kustomisasi OS, resolusi layar, software bawaan..dll.

Jadi apa sebenernya SoC itu, apa bedanya sama cpu yang ada di laptop dan pc kita? Jadi, kalo dibilang SoC itu CPUnya smartphone emang bener juga karena SoC juga mencakup CPU suatu smartphone, Tetapi SoC lebih dari itu SoC juga mencakup GPU (untuk proses grafis), ISP(preprosessing kualitas camera), Modem(proses konektifitas)..dll . SoC itu juga sering disebut chipset karena mengatur CPU, GPU, DSP, ISP, Modem..dll secara bersamaan.

Oleh karena itu menurut ane, pemilihan SoC itu lumayan penting karena mencakup banyak faktor. Misal nih kalo kamu pengguna multitasking pilih SoC dengan CPU multicore yang kuat, kalau pengguna untuk gaming pilih GPU yang kuat, Kalau pengguna video atau fotografi bisa pilih ISP (Image Signal Processor) yang terbaru yang bisa memenuhi kriteria kamu (contoh: rekam video 4K 60fps, atau foto gambar resolusi super tinggi 48MP misalnya).

Sekarang udah banyak produsen SoC yang bisa kamu pilih, dan yang paling terkenal Snapdragon, Mediatek & Exynos. Kalau yang gak terlalu terkenal ada Allwinner, Rockchip, Intel, Marvell..dll . Semua brand SoC tersebut mempunyai banyak produk SoC mulai dari entry level sampai high end dan berbagai platform juga, ada tablet, lightweight laptop, convertible, tv box..dll.

Intinya SoC tuh merupakan bagian yang vital dari suatu smartphone (dan yang lain), baik kalian gunainnya cuman buat sosmed maupun ngegame bakal terasa banget impactnya. Walau begitu menurut ane dengan perkembangan teknologi saat ini SoC akan berkembang terus dan mungkin juga nantinya akan bertambah fitur baru kaya RTX (ray tracingnya nvidia) atau tensor core (Prosessor buat komputasi AI) mungkin…wkwk

Gitu aja kali ya, lama lama penulis ini jadi ngelantur kemana mana..wkwk Semoga bermanfaat gan!

Laptop, Desktop atau Tablet PC? Mana Yang Terbaik?

Halo Men, Pernah kepikiran untuk beli komputer tetapi bingung pilih yang mana? Sebelum kita masuk ke tahap selanjutnya sekarang coba kita pikirin dulu, tujuan beli komputer untuk apa? Apakah itu untuk sekolah, kuliah, pekerjaan dalam ruangan, pekerjaan di lapangan, gaming atau mungkin mencakup beberapa dari yang saya sebutkan tadi? Nah, dari pertanyaan tadi akan mempermudah pilihan kita untuk memilih komputer yang sesuai.

Oke kita mulai aja kalo begitu, disini aku anggep kalian punya budget yang sama untuk ketiga pilihan dibawah, dan kita mulai aja dengan pilihannya:

  • Komputer Desktop

Dengan memilih komputer desktop kamu memprioritaskan performa dan kemampuan untuk upgrade hardware tetapi mengorbankan mobilitas. Komputer desktop cocok buat kamu yang menggunakan komputer secara stationary yakni pada satu tempat dan tidak berpindah pindah. Pada budget yang sama desktop PC menawarkan performa yang lebih baik jika dibandingkan dengan laptop atau tablet lalu selain itu menwarkan upgradeability yang bagus dengan versatility hardware sesuai kebutuhan kamu yakni kamu bisa merakit PC sesuai kebutuhan / keinginan kamu sendiri. Performa PC Desktop merupakan sweet spot jika kamu membutuhkan kekuatan komputasi yang terbaik yang bisa diandalkan bahkan untuk work load berat sekalipun.

  • Laptop

Dengan memilih laptop kamu lebih memprioritaskan mobilitas dengan sedikit opsi upgrade. Laptop cocok buat kamu yang menggunakan komputer tidak hanya dirumah saja tetapi bisa dibawa kemanapun walau biasanya dilengkapi baterai yang tidak terlalu bertahan lama tetapi cocok untuk komputasi mobile yang tidak terlalu lama (rata rata 2 hingga 3 jam on load). Meski dengan baterai tidak terlalu besar kamu bisa mengatasinya dengan melakukan charging pada tempat tertentu jika mendukung dan karena fitur ini biasanya laptop akan lebih berat untuk dibawa daripada tablet atau convertible laptop. Walau tidak secepat pc desktop dengan budget yang sama, laptop tetap memiliki performa yang lumayan untuk work load tidak terlalu berat.

  • Tablet / Convertible Laptop

Dengan memilih Tablet / Convertible laptop berarti kamu sangat memprioritaskan mobilitas tanpa dukungan upgrade. Tablet cocok buat kamu yang sering bepergian atau melakukan kegiatan komputasi tanpa/sedikit tempat untuk charging, biasanya tablet dilengkapi baterai yang tangguh (biasanya bertahan 5 – 8jam) jadi kamu gak perlu khawatir kalau kegiatan komputasi kamu terganggu. Meski dengan dukungan baterai yang hebat ini berdampak juga pada performa karena tablet lebih hemat daya dibandingkan laptop, dengan budget yang sama tablet cukup untuk menjalankan wokload ringan hingga sedang. Selain itu kelebihan lain tablet yakni ringan dan tidak membutuhkan space yang besar dibanding laptop.

Dengan list diatas kita bisa simpulkan kalau setiap device diatas memiliki kekurangan dan kelebihan masing masing dan diperuntukkan sesuai kebutuhan dari karakteristik customer itu sendiri. Entah itu untuk gamers, pekerjaan ataupun hiburan, setiap orang punya kebutuhan komputasi yang berbeda beda.

Apakah kamu sudah menentukan mana yang cocok buat kamu?

Mending Integrated GPU/APU atau Discrete/Dedicated GPU?

Hello Men, dengan bertumbuhnya teknologi fabrikasi yang makin kecil saya jadi teringat komputer pertama saya dengan CPU Pentium 2 dari intel yang masi 250nm dan jika dibandingkan saat ini (2020 pada saat saya nulis ini) sekarang udah 7nm aja. Bayangin aja tuh sekecil apa sampe 35x lebih kecil dari 250nm. Ok cukup nostalgianya, tetapi berhubungan dengan tadi, sekarang dengan fabrikasi semakin kecil membuat produsen bisa menyematkan integrated GPU yang lebih baik pada setiap generasinya.

Kalian pun pasti tahu konsol game PS4 atau Xbox One, kalau belum tahu konsol konsol tersebut itu menggunakan integrated GPU / APU loh dan gak cuman itu generasi PS5 dan Xbox Series X juga menyusul dengan teknologi yang lebih baru tentunya. Tetapi untuk PC, APU / Integrated GPU saat ini masih belum bisa mencapai performa GPU entry level sekalipun (saya bandinginnya Vega 8 & GT 1030). Semoga saja kedepannya Integrated GPU bisa lebih variatif dari low end sampai high end.

Jadi kalau discrete GPU gimana? menurut saya discrete GPU dibanding iGPU, discrete GPU lebih independent dalam mengolah grafis di PC jadi tidak mempengaruhi kinerja CPU yang membuat keduanya berjalan secara optimal. Sedangkan iGPU karena menempel pada APU pastinya akan mengurangi jatah alokasi CPU di chip APU jadi membuat keduanya tidak terlalu maksimal dan juga karena setiap chip mempunyai power limit daya setiap pemrosesan yang terjadi kadangkala akan terjadi bottleneck/overheat jika CPU dan GPU melakukan task berat secara bersamaan.

Jadi mana yang cocok buat kamu iGPU atau Discrete GPU? Jadi disini akan saya jabarkan menjadi 2 point:

  • Integrated GPU

Integrated GPU cocok buat kamu yang membutuhkan perangkat budget oriented. Jadi karena iGPU itu sepaket sama CPU, biaya APU biasanya lebih ekonomis (dan juga hemat daya) karena kamu gak perlu beli GPU lagi dan kamu juga masih bisa upgrade discrete GPU kedepannya. Meski begitu APU mempunyai performa CPU/GPU yang tidak terlalu optimal dibanding dedicated CPU/GPU.

  • Discrete GPU

Discrete GPU cocok buat kamu yang membutuhkan perangkat yang performance oriented. Jadi karena CPU dan GPU dedicated atau mempunyai space masing masing. Kinerja CPU/GPU menjadi lebih optimal karena tidak berbagi alokasi chip dan masing masing hardware punya power limitnya masing masing. Meski begitu umumnya discrete GPU lebih membutuhkan biaya lebih tinggi dibanding APU.

Oke, jadi apa kamu sudah menentukan mau pilih yang mana?

Jenis Aspect Ratio 16:9 4:3 21:9 Etc dan Penggunaannya

Pernah gak sih kalian pas ngedit foto / video atau melihat spesifikasi layar menjumpai aspect ratio seperti di judul artikel ini baik itu 16:9 16:10 4:3 21:9 dll. Mungkin ada yang gk tau atau mungkin belum tahu, anyway aku bakal jelasin ke kalian macem macem aspek rasio dan keguanaannya secara umum. Ok, kita mulai list nya:

  • Aspect Ratio 16:9

Kita mulai list ini dengan aspect ratio yang paling umum digunakan untuk video, layar hape 2017 kebawah dan monitor. Aspek rasio ini sering digunakan untuk pembuatan video konten lainnya karena screen perangkat yang kebanyakan mendukungnya. Sebagai contoh saja video pada youtube mayoritas menggunakan video beraspek rasio 16:9 dengan resolusi yang mengikuti baik itu 720p, 1080p, 1440p ataupun 4k. Dan sebagai tambahan ketika kita mengambil video maupun foto pada kamera (hape maupun dslr) selalu ada opsi resolusi pada 16:9.

  • Aspect Ratio 9:16

Sebenarnya aspect ratio ini adalah aspect ratio 16:9 yang scara vertical. Aspek rasio ini merupakan versi potrait dari 16:9 yang membuatnya menjadi 9:16. Penggunaannya sering kita dapati ketika kita mengambil gambar maupun video secara potrait dan sekarang sudah banyak platform yang mendukung aspek rasio ini seperti youtube, instagram dan tiktok (sekarang lagi booming). Meski banyak platform yang mendukung kontennya tidak sebanyak versi landscapenya.

  • Aspect Ratio 4:3

Untuk aspek rasio 4:3 sebenarnya udah ada dari jaman dahulu sejak awal mula TV tabung dan LCD membanjiri pasar. Aspek rasio ini pun sampai sekarang juga sering kita jumpai ketika kita melihat video lama di youtube ataupun foto lama kalian. Meski begitu aspek rasio ini juga masih digunakan pada kamera kalian baik itu hape maupun dslr, aspek rasio ini selalu ada dan menjadi opsi ketika kalian ingin mengambil foto maupun video.

  • Aspect Ratio 1:1

Selanjutnya aspek rasio 1:1 atau kotak persegi dan ini aspek rasio yang sama tuanya atau lebih tua dari 4:3. Hampir sama seperti 4:3, aspek rasio ini masih banyak kita jumpai pada konten di internet. Pada kamera kalian pun juga biasanya ada opsi untuk aspek rasio ini baik itu untuk pengambilan gambar maupun video.

  • Aspect Ratio 16:10

Aspek rasio ini ada sebelum 16:9 dan biasa digunakan pada layar monitor widescreen handphone, dan tablet dengan sedikit pelebaran. Meski jarang masih ada beberapa konten yang menggunakan aspek rasio ini baik itu foto dan video yang bisa kita jumpai saat ini. aspek rasio ini sudah jarang dijumpai semenjak pada tahun 2008 dan merupakan versi upgrade dari 16:9 dengan sedikit pelebaran.

  • Aspect Ratio 21:9

Gimana udah banyak kan yang aku sebutin dan untuk aspek rasio ini sering disebut dengan ultrawide pada monitor dan untuk konten creation menyebut ini aspek rasio cinemascope karena sering digunakan untuk video cinematik. Menurut penggunaannya aspek rasio ini sering kita jumpai pada monitor komputer dengan nama ultrawide monitor dan pada smartphone juga kadang kita bisa jumpai pada seri flagship.

  • Aspect Ratio 19.5:9

Yang terakhir adalah aspek rasio 19.5:9, dan yang terakhir ini sering kita jumpai pada aspek rasio smartphone kalian. Meski tergolong baru tetapi karena banyak industri yang mengadopsi aspek rasio ini untuk ukuran layar produksi ponsel mereka aspek rasio ini semakin booming, dan sekarang mulai banyak content creator yang menggunakan aspek rasio iuni untuk pembuatan konten mereka karena mereka mengopstimasi untuk pengguna ponsel dan juga meski user menggunakan aspek rasio 16:9 atau 16:10 , user masih bisa menonton video dengan sedikit black bars diatas bawah tapi itu tidak masalah bukan.

Nah mungkin itu aja sih yang aspek rasio yang umum digunakan saat ini menurut aing yang bisa kusebutin, jadi intinya masing masing aspek rasio tuh punya penggunaan masing masing dan tujuannya.

Aplikasi Editor Video Terbaik Untuk Android

Saat ini dengan perkembangan teknologi ngedit video pun bisa dilakukan di OS android. Meskipun jika dibandingkan dengan editor Video di PC, editor video di android mempunyai limitasi pada beberapa fitur, tetapi semakin kesini editor video di Android kini sedikit demi sedikit menghadirkan fitur editing yang dulunya hanya ada di PC. Dan dari sekian banyak aplikasi di android, berikut ini beberapa aplikasi yang menurut saya terbaik untuk saat ini yang diantaranya adalah:

  • Kinemaster

Yap kinemaster saya taruh di list pertama list ini. Kinemaster mempunyai fitur yang sangat lengkap dibanding editor lain yang antara lain bisa membuat editing video multi layer lebih dari aplikasi lain. Selanjutnya untuk menurut saya fitur fitur seperti greenscreen PiP (Picture in Picture), transisi, audio filter, greenscreen..dll yang menurut saya fiturnya lebih matang dari lainnya. Dan yang terakhir komunitas dari kinemaster menurut saya yang paling besar, kalian bisa dengan mudah mencari tutorial ataupun bertanya melalui forum forum editing kinemaster.

  • Powerdirector

Lanjut ke urutan kedua menurut saya PowerDirector pantas untuk dinobatkan menjadi nomor dua. Sebagai pertimbangan saya memilih aplikasi ini ialah dukungan import dan render hingga 4K 60fps. Selain itu meski fiturnya tidak selengkap kinemaster, PowerDirector menawarkan fitur inti dengan beberapa pembatasan seperti limit jumlah layer dan kustomisasi layer lebih simple. Meski begitu powerdirector mempunyai interface yang menurut saya lebih mudah untuk dikuasai dan fitur fiturnya tergolonghampir bisa menyamai kinemaster.

  • Viva Video

Ketiga ada Viva Video dengan fitur resource yang sangat bervariasi dari filter video, audio dan banyak template lainnya membuat viva video layak dapat peringkat ketiga versi saya. Dengan fitur inti yang sama dengan editor video diatas Viva Video lebih mengutamakan user friendly interface dan feature resourcenya yang banyak yang lucu lucu membuatnya editor video yang cocok untuk kalangan mayoritas cewek (yang cowok juga ada). Salah satu feature viva video yang tidak ada di editor video lain yakni beautify, yang bisa membuat wajah kamu jadi lebih good looking dengan mengimport video kamu dan add effect beautify di aplikasi ini.

  • Filmora Go

Dengan jargon go didalamnya filmora go memang dikhususkan untuk editor video yang simple & problem solving. Filmora go menurut saya lebih simple dari editor video diatas dan hanya menawarkan fitur fitur yang penting saja dengan minim kustomisasi walau begitu filmora go memang dikhususkan untuk pengeditan video yang cepat. Meski begitu Filmora Go dapat kamu andalkan untuk pengeditan ringan harian kamu.

So guys, diantara aplikasi editor video android ini menurut kamu mana yang paling bagus atau kalian punya pilihan lain selain di list ini? Yah list ini merupakan pengalaman dari yang aku ketahui selama ini dan mungkin aja bisa salah CMIIW. Jadi intinya pilihlah aplikasi manapun yang kalian suka dan nyaman pakainya karena apa yang aku sarankan belum tentu cocok untuk kalian. Happy editing guys 😀

Cara Screen Mirroring Android ke PC atau Laptop

Pengen coba live streaming tapi game android & kamu nggak tahu cara mirroring layar Android ke PC atau Laptop? Disini saya akan membeberkan cara untuk mirroring layar Android kalian & untuk caranya sendiri, Sebenernya ada 2 opsi interface yang antara lain:

  • Mirroring lewat kabel USB

Mirroring menggunakan kabel USB menurut saya yang paling cepat dan minim latency dengan kualitas gambar yang bagus pula. Tetapi untuk kekurangannya kamu harus mengaktifkan dulu di opsi pengembang & enable USB Debugging. Untuk mengaktifkan fitur ini pun tidak sesimpel ketika kalian mirroring lewat Wifi & itulah kekurangannya menurut saya (ribet untuk pengkoneksiannya) & juga kalian tidak leluasa bergerak karena android harus tertancap USB ketika mirroring dengan kabel.

  • Mirroring lewat Wifi

Selanjutnya untuk screen mirroring menggunakan wifi menurut saya berbanding terbalik dengan menggunakan kabel USB. Mirroring dengan Wifi juga tergantung dari spesifikasi modem Wifi Android dan Router (Untuk saat ini Wireless AC yang cepat & terjangkau). Dengan kualitas yang & latensi lebih jelek daripada menggunakan kabel, keunggulan lain dari mirroring Wifi yaitu kamu bisa leluasa dimanapun dalam mirroring selama ada dalam jangkauan router wifi.

Nah itu dia untuk pilihan interface dalam mirroring & mungkin sebenernya ada opsi lain tapi gak saya masukkan karena nggak worth it (misal bluetooth). Dan selanjutnya dibawah ini saya akan menyebutkan aplikasi android yang mendukung mirroring dengan 2 opsi diatas & Aplikasi tersebut antara lain:

  • Vysor

Pilihan pertama kalian bisa menggunakan Vysor, dengan kompatibilitasnya kalian bisa menginstal Vysor melalui aplikasi installer atau hanya dengan ekstensi browser yang lebih simple. Selain itu Vysor juga mendukung OS yang beragam baik itu windows, Linux maupun MacOS.

  • APowerMirror

Selanjutnya adalah Apowermirror, sama dengan Vysor, Apowermirror menawarkan fitur yang lebih lengkap seperti dukungan cross platform. Jadi kalian bisa mirroring android ke PC & juga sebaliknya. Selain itu fitur lain adalah whiteboard dan perekaman mirroring built in.

Yah jadi menurutku apapun aplikasinya yang penting adalah stabilitas dan kualitas dari mirroring itu sendiri. Aku nggak bisa bilang yang ini lebih baik & sebaliknya karena masing masing aplikasi diatas selalu berkembang terus. Jadi pilih aja yang cocok untuk kalian ya, nggak harus pakai list diatas juga gk apa apa kok.

Pengertian Pengaturan Speaker Stereo, Mono, 2.1 , 5.1 dan 7.1

Pasti kalian pernah pas lihat produk speaker ada tulisan seperti di judul baik itu stereo, 2.1, 5.1 dan 7.1. Sebenernya tuh angka angka tadi ngejelasin spesifikasi dari speakernya. Ok gak usah lama lama kita bahas aja mulai dari yang banya kalian dengar atau mungkin yang kalian pakai saat ini yaitu:

  • Speaker Stereo

Yang pertama dan sengaja saya bahas dulu ialah speaker stereo, dari produk smartphone, TV, PC, Laptop..dll rata rata menggunakan implementasi stereo yang memakai 2 speaker kiri dan kanan untuk mengeluarkan suaranya. Untuk kualitas suara juga lebih immersive untuk sistem stereo ini sehingga sangat populer dan diadaptasi untuk berbagai macam peralatan yang membutuhkan speaker untuk entertainment. Untuk saat ini juga banyak sekali pengembangan dari sisi software untuk sistem stereo yang mungkin sering kalian sudah dengar antara lain Dolby Stereo Surround Sound, DTS Surround sound…dll. Dengan memakai fitur tersebut bisa mengemulasi suara surround pada speaker stereo kamu untuk pengalaman mendengarkan film ataupun lagu yang lebih immersive dan terkesan real posisi suaranya.

  • Speaker Mono

Yang kedua yakni speaker mono yang berarti hanya memakai satu speaker untuk mengeluarkan suaranya. Speaker jenis mono masih digunakan pada peratalatan elektronik kamu. Speaker mono dapat menghemat penempatannya sehingga mudah diaplikasikan ke berbagai peralatan elektronik yang tidak dikhususkan untuk entertainment, dan meski tidak dikhususkan masih banyak juga yang dibuat untuk keperluan entertainment lho. Kalian masih bisa menjumpai speaker jenis mono ini pada perangkat elektronik kalian seperti jam speaker bluetooth, radio portable, smartphone..dll

  • Speaker 2.1

Selanjutnya yang ketiga dan yang mulai banyak digunakan untuk home entertainment / sistem audio saat ini ialah speaker 2.1, kita bisa amati dari namanya yakni 2.1 yang berarti speaker ini ialah speaker stereo dengan tambahan speaker woofer. Speaker woofer yang akan mengatasi suara bass / suara frekuensi rendah sehingga kualitas audio lebih baik daripada stereo only. Speaker ini telah ada dipasaran dan sudah sangat banyak digunakan dari mulai home theater, PC dan juga audio mobil. Dan juga sistem speaker ini sudah mendukung Dolby surround sound dan DTS Surround sound untuk pengalaman yang lebih immersive.

  • Speaker 5.1

Setelah kita mengetahui sistem speaker tadi selanjutnya kita menuju next level of audio system yakni speaker 5.1 dan lagi sama sesuai namanya sistem speaker ini menggunakan 5 speaker yang dipasang mengelilingi ruangan lalu ditambah dengan 1 subwoofer. Untuk speaker 5.1 ini tergolong jarang digunakan dan biasanya hanya digunakan untuk home theatre ataupun yang membutuhkan tingkat immersifitas suara yang lebih nyata. Untuk instalasi speaker ini lumayan menyita waktu dan untuk harganya mid to high sehingga jarang diadaptasi oleh kaum budget friendly. Biasanya sistem surround 5.1 ini menggunakan Dolby / DTS.

  • Speaker 7.1

Ok akhirnya kita menuju sistem speaker paling tinggi untuk saat ini yakni Speaker 7.1. Dengan dilengkapi dengan 7 speaker yang mengelilingi ruangan dan 1 woofer dijamin akan membuat pengalaman kamu saat nonton film atau musik yang mendukung 7.1 searasa sangat immersive dan real. Untuk sistem speaker ini bisa kita jumpai pada bioskop bioskop kesayangan kamu dan juga pada home theater. Dan hampir sama seperti speaker 5.1 , pemasangan speaker ini lumayan menyita waktu karena harus sesuai untuk penempatan setiap speaker tetapi semua ini bakal worth it banget dengan pengalaman yang akan kamu dapatkan nantinya. Sama seperti yang lain biasanya sistem surround ini dikombinasikan dengan Dolby Surround ataupun DTS Surround.

Itulah dia macem macem jenis sistem speaker secara subjektif berdasarkan pengalaman mimin. Tentunya sistem speaker tadi mempunyai marketnya sendiri sendiri dan untuk orang berbeda beda. Kalau secara pribadi sendiri saya bakal pilih speaker 2.1 untuk ruangan PC saya dan speaker 5.1 untuk ruangan TV saya, dengan pertimbangan budget juga..hehe . Nah itu dia kalo menurut aing, kalo menurut kalian paling cocok sistem speaker seperti apa?

Perbedaan Panel TN, IPS & VA Pada Monitor

Ketika kalian melihat artikel ini mungkin kalian penasaran saat melihat spesifikasi panel layar baik itu IPS TN ataupun VA. Semuanya emang gunanya menampilkan visual tetapi terdapat perbedaan karakteristik dari masing masing panel tersebut. Ok gak usah panjang lebar aku akan jelasin komparasi per panel baik dari kekurangan dan kelebihan setiap panel. Kita mulai dengan panel pertama dan yang paling banyak demandnya:

  • Panel IPS (In Plane Switching)

Yap benar sekali panel IPS untuk saat ini memang banyak demandnya dikarenakan mempunyai reproduksi warna yang lebih baik dari TN dan VA. Selain itu panel IPS mempunyai sudut pandangan yang paling luas dibanding panel lainnya. Meski begitu bukan berarti IPS tidak punya kekurangan, Panel IPS umumnya mempunyai response time lebih lambat dari TN namun lebih cepat dari VA. Untuk refresh rate Panel IPS menurut saya bisa dikatakan hampir bisa menyamai panel lainnya walau tidak bisa secepat VA maupun TN (untuk saat ini). Tetapi bukan berarti itu tidak bisa diperbaiki, untuk monitor modern saat ini sepertinya sudah mulai sedikit teratasi dengan teknologi terbaru (nama teknologinya beda2 tiap manufaktur) sehingga membuat IPS lebih diminati untuk saat ini ketika saya membuat artikel ini.

  • Panel TN (Twisted Nematic)

Refresh rate & response time yang superior merupakan kelebihan dari panel TN. Yap, Panel TN bisa menghasilkan resfresh rate hingga 280hz saat artikel ini dibuat dan mungkin bisa lebih dari ini di masa depan (panel IPS 165hz dan VA 240hz). Panel TN juga mempunyai paling sedikit motion blur dibandingkan panel lainnya sehingga membuat panel TN cocok untuk gamer kompetitif yang membutuhkan refleks cepat. Meski begitu panel TN juga mempunyai kekurangan yakni di reproduksi warna paling jelek dibanding panel lainnya dan meski begitu bukan berarti hal ini tidak bisa teratasi, mungkin saja di masa depan ada teknologi yang dapat mengatasi kekurangan ini.

  • Panel VA (Vertical Alignment)

Selanjutnya ialah panel VA yang menurut saya merupakan versi all rounded dari kedua panel diatas. Panel VA mempunyai reproduksi warna yang baik walau tidak sebaik IPS meski begitu panel VA mempunyai Contrast Ratio terbaik dibanding panel lainnya. Selanjutnya Panel VA dapat meraih refresh rate yang cukup mengagumkan juga walau tidak secepat Panel TN. Selain itu juga VA mempunyai sudut pandang yang menurut saya diatara IPS dan TN yang membuatnya lebih baik dari panel TN. Meski begitu panel VA juga mempunyai kekurangan yakni response time yang lebih jelek dibanding panel lainnya dan walau begitu bukan berarti kekurangan ini tidak bisa teratasi. Mungkin saja dimasa mendatang ada teknologi yang bisa mengatasi kekurangan ini.

Jadi gimana apa kalian sudah tercerahkan, penjelasan diatas merupakan pemahaman saya selama ini tentang jenis jenis panel yang pelajari so CMIIW. Jadi intinya setiap panel layar mempunyai sisi superior masing masing dan setiap karakteristiknya diperuntukkan individu tertentu, contohnya panel IPS cocok untuk kaum content creator yang berhubungan dengan kejelasan warna (umumnya editor foto/video/graphics desainer), lalu panel TN cocok untuk gamer kompetitif karena mempunyai refresh rate tinggi dan motion blur rendah sehingga pergerakan menjadi jelas, dan yang terakhir panel VA cocok untuk kamu yang suka nonton film atau home entertainment karena mempunyai contast ratio yang terbaik yang membuat nonton ditempat gelap bikin pengalaman entertainment kamu lebih immersive (panel VA sering dipakai untuk pembuatan TV).

Jadi gitu ya semoga kalian tercerahkan 😀

SNAPDRAGON 845 TERMURAH

4 Smartphone Dengan Snapdragon 845 Termurah, Flagship Killer Awal 2019

Hello men, apa kabar kalian semua semoga sehat selalu ya. Kembali lagi bersama aing dan disini aku mau ngasih tahu 4 HP termurah yang menggunakan chipset Snapdragon 845 di awal tahun ini. Tahun ini memang lagi panas-panasnya persaingan smartphone mulai dari yang termurah sampai yang termahal. Saat ini sebenarnya sudah banyak brand-brand HP yang sudah mengeluarkan HP Snapdragon 845 636 dan 660. Tetapi di sini saya akan membahas HP dengan Snapdragon 845 nya ya.

Anyway bagi kalian yang lagi mencari HP dengan performa CPU dan GPU yang terbaik tapi dengan harga murah, rekomendasi ini bakal cocok jadi pilihan kalian semua. Ok, gak banyak ngetik lagi kita mulai aja dari urutan ke empat dulu ya, dan di urutan keempat ada:

4. OnePlus 6 (Six)

OnePlus dikenal sebagai brand flagship Killer di dunia smartphone, dan kali ini oneplus kembali menghadirkan smartphone andalan terbaru yakni OnePlus 6. Telah sukses dengan OnePlus 5T, kali ini OnePlus menunjukkan seri ke-6 nya yang tentu memiliki spesifikasi yang lebih tinggi untuk segala kebutuhan. Selain menggunakan chipset Snapdragon 845 yang dipadukan dengan RAM sebesar 6 GB hingga 8 GB, OnePlus 6 juga menghadirkan teknologi unggulan seperti fitur Dash Charge untuk pengisian daya baterai lebih cepat. Untuk harganya OnePlus 6 ada di kisaran harga 6,5 Juta – 8 Juta rupiah.

3. Xiaomi Mi 8

Di urutan ketiga ada Xiaomi MI 8, yang smartphone flagship dari Xiaomi pada 2018 ini bisa menjadi pilihan yang tepat buat kamu. Bukan hanya di desainnya saja pada faktor kamera HP ini sudah masuk dalam kategori HP dengan kamera terbaik menurut DxOMark. Xiaomi Mi 8 juga salah satu HP dengan jeroan chipset Snapdragon 845 terbaik dan terjangkau. Selain menggunakan Snapdragon 845, Smartphone ini menggunakan RAM 6 GB hingga 8 GB dan untuk pilihan storagenya tersedia mulai dari 64 GB 128 GB dan 256 GB. Untuk urusan harga, HP ini dijual dengan rentang harga 5,5 Juta – 7,5 Juta

2. Asus Zenfone 5z

Di urutan kedua ada Asus Zenfone 5z. Zenfone 5z adalah smartphone flagship keluaran 2018 dari brand Asus sebagai smartphone flagship kala itu. Asus Zenfone 5z menggunakan chipset tercepat pada saat itu yaitu Snapdragon 845, smartphone ini juga memiliki desain premium dengan gabungan aluminium dan kaca pada bagian belakangnya. Pada awal peluncurannya, HP ini menjadi HP termurah yang menggunakan chipset Snapdragon 845 yang masuk resmi di Indonesia tetapi sayangnya untuk stock masih selalu susah dicari pada kala itu. Zonfone 5z tersedia dengan RAM 6 dan 8 giga dengan Storage 64 GB, 128 GB serta 256 GB. Untuk urusan audio tersedia juga fitur audio hi res yang jarang dimiliki smartphone di kelasnya dan untuk harga HP ini berada di rentang harga 6,5 Juta – 7,5 Juta.

1. Xiaomi Pocophone F1

Terakhir pada urutan pertama ada Pocophone F1. Xiaomi Pocophone F1 adalah smartphone yang cukup mengejutkan di akhir tahun 2018 ini karena dibanderol dengan harga terjangkau dan bisa dibilang ini ada handphone dengan Snapdragon 845 termurah saat ini yang masuk resmi di Indonesia. Smartphone flagship Killer ini dibekali dengan RAM 6 GB dan 8 GB lalu dengan pilihan Storage 64 GB, 128 GB dan 256 GB Serta fitur lengkap lainnya. Untuk performa gaming Pocophone F1 dibekali dengan liquid cooling system yang membuat HP tetap dingin meski digunakan lama untuk menjalankan aplikasi berat dan game pastinya. Dengan spesifikasi semenarik itu, HP ini dibanderol dengan harga 4,5 juta – 6,5 juta.

Nah itu dia deretan HP yang menggunakan Snapdragon 845 termurah saat ini. Dan pastinya semua pilihan ada di kalian sendiri dan semua sesuai selera masing-masing.